Desember 14, 2012 | Jasindo

Perusahaan Satpam untuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

Perusahaan Jasa Keamanan yang menempatkan satpam di lokasi proyek sebagai petugas keamanan satpam pada dasarnya telah membantu fungsi utama kepolisian sebagai pemegang fungsi kamtibmas, karena dangan adanya Satpam diharapkan mampu mengantisipasi berbagai tindakan gangguan yang akan terjadi, setidaknya di lingkungan kerja

Keamanan masyarakat tentu bukan hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian saja, namun kita sebagai masyarakat mempunyai peran serta andil besar untuk menciptakan keamanan di daerah lingkungan tempat kita tinggal, peran serta ini sangat penting bagi masyarakat itu sendiri, mengingat keterbatasan jumlah aparat keamanan yang tidak mungkin mampu melayani juga mengantisipasi semua masalah keamanan yang terjadi.

Kepolisian sebagai inti pembina keamanan dan ketertiban secara kuantitatif tidak akan pernah mampu menangani luasnya wilayah serta jumlah penduduk dari gangguan ancaman keamanan secara maksimal. Salah satu potensi yang dimiliki masyarakat sipil, untuk membantu tersebut salah satunya dengan pembentukan perusahaan jasa keamanan satpam, baik yang dibentuk oleh lingkungan maupun Instansi atau Perusahaan Jasa  keamanan Satpam.

Dengan Kondisi wilayah Indonesia yang sangat luas serta penduduknya yang besar pula, dengan pertambahan penduduk yang tinggi, maka peranan Kamtibmas atau keamanan, ketertiban masyarakat dalam mejalankan tugasnya sangat perlu dibantu oleh kita masyarakat. artinya masyarakat bisa melakukan tindakan pencegahan melalui banyak kegiatan pengamanan.

Seperti halnya teror yang terjadi beberaapa waktu lalu di Kota Magelang dan Jogjakarta ini menandakan semakin dibutuhkannya peran serta dari anggota Satpam dalam rangka membantu tugas kepolisian dalam menciptakan rasa amanan di masyarakat .

Teror berbentuk penembakan dengan senapan angin Sedangkan di Jogjakarta, teror berbentuk pembacokan warga secara mendadak dan mayoritas korban adalah perempuan.

Menurut keteranagan Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto menyampaikan perkembangan terbaru kasus penembakan kemarin (27/4). Dia mengatakan, korban kini bertambah menjadi 13 orang dari sebelumnya 9 orang.

Korban terdiri atas 12 perempuan dan 1 laki-laki. Rata-rata sasaran tembakan adalah pinggang ke bawah. ‚ÄĚSekarang kami gali informasi dari para korban. Seorang korban sudah memberikan beberapa keterangan kunci terkait pelaku, seperti fisik dan kendaraan yang digunakan, tuturnya.

Edi Purwanto mengutarakan, lokasi penembakan sejauh ini masih di kawasan pecinan (Jalan Pemuda), Jalan Ikhlas, dan meluas ke Jalan Tidar.(Pangeran)